Countdown

Rabu, 23 Desember 2009

PENYESUAIAN MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAANYA
Materi Sains kelas 5
A. Penyesuaian Hewan dengan lingkungannya
Hewan tidak dapat membuat sendiri makanannya jadi ia memperoleh makanan dari tumbuhan atau memakan hewan lain. Hewan yang memakan tumbuhan disebut herbivore, hewan yang memakan hewan lain di sebut karnivora dan hewan pemakan segala disebut omnivora. Hewan menyesuaikan diri dengan lingkungannya untuk memperoleh makanan dan untuk melindungi diri dari serangan musuh. Musuhnya adalah hewan lain yang hendak memangsanya.
1. Hewan menyesuaikan diri untuk memperoleh makanan
Banyak sekali hewan peliharaan maupun hewan liar yang telah menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar tempat ia tinggal. Dibawah ini akan di jelaskan beberapa bentuk penyesuaian hewan terhadap lingkungannya, yaitu:
a. Kupu-kupu
Makanan kupu-kupu adalah nektar ( merupakan cairan manis sebagai bahan untuk membuat madu). Nektar terletak di dasar bunga dan berbentuk cair dan untuk memperolehnya, kupu-kupu mempunyai alat penghisap yang bentuknya panjang sehingga memudahkan kupu-kupu untuk menghisap nectar. Alat ini disebut probosis.
b. Lebah
Bentuk penyesuaian lebah adalah mempunyai mulut penjilat yang panjang dan berguna untuk menjilat makaman yang berupa nectar pada bunga.
c. Nyamuk
Nyamuk mempunyai bentuk mulut penusuk dan penghisap untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan karena makanan utama nyamuk adalah darah. Mulut nayamuk panjang dan tajam(runcing) yang digunakan untuk menusuk kulit kemudian menghisap darah.
d. Burung
Bentuk penyesuaian diri burung pada lingkungan adalah pada bentuk paruh dan kaki yang berbeda-beda. Hal ini dilakukan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan dan makanan. Paruh pada burung elang terlihat runcing pada bagian ujungnya dan melengkung. Hal ini berguna untuk mengoyak tubuh mangsanya, misalnya: katak dan tikus. Paruh burung kolibri panjang dan runcing untuk memudahklan menghisap nectar pada bunga. Keanekaragaman bentuk kaki burung sesuai dengan kegunaannya. Kaki burung pelatuk untuk memanjat, kaki burung elang dan rajawali untuk mencengkram dengan bentuk kaki yang terlihat kokoh dan kukunya melengkung tajam, kaki burung kutilang untuk bertengger, kaki ayam untuk mengais dsb.
e. Unta
Tempat hidup unta adalah padang pasir yang kering dan gersang. Bentuk dan susunan tubuh unta sesuai dengan keadaan alam padang pasir. Pada saat minum, unta dapat meneguk air dalam jumlah sangat banyak dan disimpan dalam tempat air yang sering disebut punuk. Sehingga unta dapat bertahan dalam waktu yang lama tanpa minum air.
2. Hewan melindungi diri dari musuhnya
Pada umumnya hewan mempunyai bagian tubuh yang berguna untuk melindungi diri dari serangan musuh, seperti pada uraian berikut:
a. Bunglon
Bunglon melindungi diri dari musuh dengan cara mengubah warna tubuhnya sesuai dengan warna tempat ia berada. Misalnya ketika berada di tanah hitam maka warna bunglon menjadi hitam. Perubahan warna ini menyebabkan bunglon sulit ditangkap musuhnya.
b. Walang sangit
Walang sangit melindungi dirinya dengan cara mengeluarkan bau yang sangat menyengat, sehingga musuh menjauhinya.
c. Walang daun
Walang daun mempunyai bentuk dan warna yang sama dengan daun dan ia hidup pada daun yang bentuk dan warnanya sama. Hal ini menyebabkan walang daun sulit ditangkap oleh musuhnya.
d. Harimau, anjing dan singa
Untuk melindungi diri dengan mempunyai kuku dan gigi yang tajam. Sehingga saat ada musuh yang datang, ia akan menyerang dengan kuku dan gigi yang tajam.
e. Sapi, kambing, kerbau dan kijang
Hewan-hewan ini mempunyai tanduk yang runcing yang digunakan untuk bertarung dengan musuh.
f. Kalajengking, kelabang dan lebah
Hewan-hewan ini mempunyai sengat untuk melindungi diri dengan musuhnya. Melalui sengat ini, hewan-hewan ini mengeluarkan racun yang berguna untuk membunuh musuhnya.
g. Ular
Ada 2 jenis ular, yaitu ular berbisa dan ular tak berbisa. Ular berbisa mempunyai zat racun bagi tubuh yang disebut bisa. Bisa ini dihasilkan oleh suatu kelenjar. Pada saat ular mengigit musuh, bisa mengalir melalui gigi dan menyebar ke tubuh musuh yang dapat mengakibatkan kematian bagi musuhnya. Contoh ular berbisa adalah ular kobra. Ular tidak berbisa melindungi diri dari musuh dengan cara membelitkan tubuhnya ke tubuh musuhnya. Belitan ular ini sangat kuat sehingga dapat mematikan bagi musuhnya. Contoh ular tak berbisa adalah ular piton.
h. Cumi-cumi
Cumi-cumi hidup dalam air. Ia melindungi diri dengan cara menyemprotkan tinta pekat ketika musuhnya datang kemudian berenang dengan cepat untuk menghindari musuh.
i. Siput
Siput melindungi diri dengan cara masuk kedalam cangkang tubuhnya yang keras.
j. Musang dan kumbang
Untuk melindungi dirinya, hewan-hewan ini berpura-pura mati, ketika musuhnya pergi , mereka segera pergi ketempat lain.
k. Cicak
Cicak mempunyai bentuk perlindungan diri yang unim. Bila ekor cicak terpegang musuh, maka ekor tersebut akan putus dan cicak segera berlari. Ekor cicak yang putus tersebut akan tumbuh kembali.
B. Penyesuaian Tumbuhan dengan lingkungannya
Pada umumnya tumbuhan hidup menetap di tempat tertentu sepanjang hidupnya. Tumbuhan menyesuaikan diri untuk kelangsungan hidupnya.
1. Tumbuhan menyesuaikan diri untuk kelangsungan hidupnya
Bentuk penyesuaian tumbuhan berbeda-beda. Misalnya pohon jati yang menyesuaikan diri dengan cara menggugurkan daunnya ketika musim kemarau. Hal ini dilakukan untuk mengurangi penguapan air. Ketika musim penghujan, ranting-ranting tersebut akan ditumbuhi tunas-tunas yang baru. Pengguguran ini juga terjadi pada tumbuhan lain seperti pohon randu, kedondong dan mahoni.
Kaktus yang hidup di gurun mempunyai bentuk penyesuaian diri dengan cara menyimp[an ait dalam batang yang berlapis lilin dan memiliki daun yang berbentuk duri yang berguna untuk mengurangi penguapan.
Teratai memiliki daun berbentuk lebar dan tipis yang mengakibatkan penguapan air mudah terjadi. Selain itu batang teratai memiliki rongga-rongga udara yang berfungsi membawa oksigen ke batang dan akar. Hal ini memungkinkan teratai dapat bernapas walaupun akar dan batang berada dalam air.
Bentuk penyesuaian diri lain yang khas adalah pada kantong semar. Tumbuhan ini mempunyai daun berbentuk kantong yang terdapat cairan yang mengeluarkan bau yang khas sehingga dapat mengundang serangga datang. Serangga yang hinggap di pinggir kantong akan tergelincir dan terperangkap dalam cairan dalam kantong. Serangga ini kan menjadi makanan bagi kantong semar. Sehingga kantong semar disebut tumbuhan insektivora.
2. Tumbuhan melindungi diri dari musuhnya
Cara tumbuhan melindungi diri berbeda dengan hewa. Sebagai contoh:
Batang bunga mawar berduri kecil-kecil dan batang bugenfil berduri panjang-panjang. Duri ini adalah bentuk perlindungan diri terhadap musuh. Duri ini dapat melukai musuh sehingga tidak ada musuh yang dapat memakannya.
Buah durian memiliki kulit berduri yang tajam sehingga tidak dapat dimakan oleh hewan pemangsa.
Pohon mangga, nangka, sawo, bunga alamanda, dan bunga kamboja memproduksi getah yang mudah melekat pada hewan yang hendak memangsanya. Getah ini dapat merusak bagian tubuh hewan dan menimbulkan penyakit kulit.

LATIHAN SOAL
I. Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c atau d pada jawaban yang benar!
1. Lebah memiliki bentuk mulut….
a. Penghisap c. Penjilat
b. Penusuk d. Penusuk dan penjilat
2. Bentuk paruh burung kolibri adalah….
c. Runcing c. Panjang dan runcing
d. Melengkung d. Runcing dan melengkung
3. Hewan yang beradaptasi dengan lingkungan gurun adalah….
a. Pinguin c. Unta
b. Paus d. Beruang
4. Hewan yang memiliki perlindungan berupa cangkang yang keras contohnya….
a. Cumi-cumi c. Kumbang
b. Musang d. siput
5. Contoh tumbuhan pemakan serangga adalah….
a. Kaktus c. Salak
b. Tebu d. Kantong semar
6. Bunga mawar melindungi diri dengan memiliki duri pada….
a. Daun c. kelopak
b. Bunga d. batang
7. Walang sangit melindungi dirinya dari pemangsa dengan cara….
a. Menghasilkan bau yang menyengat
b. Mengubah warna
c. Memiliki tanduk
d. Memiliki bentuk menyerupai lingkungannya
8. Hewan yang memiliki tanduk sebagai alat untuk melindungi diri adalah….
a. Kalajengking c. Singa
b. Harimau d. Kerbau
9. Omnivora adalah sebutan bagi hewan pemakan….
a. Tumbuhan c. Biji-bijian
b. Hewan d. Tumbuhan dan hewan
10. Contoh burung yang memiliki kaki untuk mencengkram adalah….
a. Rajawali c. Pelatuk
b. Kutilang d. Pelikan

II. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang singkat dan benar!
1. Alat penghisap pada kupu-kupu dinamakan…..
2. Pengguguran daun jati terjadi pada musim…..
3. Walang daun melindungi diri dengan cara…..
4. Tumbuhan pemakan serangga di golongkan sebagai tumbuhan…..
5. Nyamuk memiliki mulut…..dan…..
6. Bunglon melindungi diri dari musuhnya dengan cara…..
7. Burung elang termasuk burung pemakan…..
8. Kaki burung pelatuk berguna untuk…..
9. Kaki burung kutilang berguna untuk…..
10. Teratai memiliki daun berbentuk…..dan…..

III. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan jelas dan benar!
1. Jelaskan cara unta menyesuaikan diri dengan lingkungannya!
Jawab:…………………………………………………………………………………..
2. Bagaimana cumi-cumi melindungi diri dari musuhnya?
Jawab:…………………………………………………………………………
3. Bagaimana cara tumbuhan kantong semar mendapat makanannya yang berupa serangga?
Jawab:………………………………………………………………………………………………………………….
4. Mengapa kaktus dapat hidup di tempat yang tandus?
Jawab:……………………………………………………………………...
5. Bagaimana buah durian melindungi diri dari musuhnya?
Jawab:…………………………………………………………………………….

Rabu, 16 Desember 2009

Pembelajaran Tematik

Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema sebagai fokus pembelajaran untuk mengkaitkan beberapa mata pelajaran. Itulah yang saya dapat dari perkuliahan yang saya jalani. Pembelajaran tematik biasanya di berikan pada anak Sd awal yaitu usia 6-12 tahun. Dalam pembelajaran tematik guru dituntut untuk selalu jeli dan kreatif dalam merumuskan tema yang akan di pilih agar pembelajaran menjadi menyenangkan. Banyak kelebihan yang ditawarkan dalam pembelajaran tematik seperti hemat waktu dan biaya, sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik karena anak pada usia awal SD berada pada usia rentang dini, dimana anak sedang belajar mengenal sesuatu hal yang baru sebagai pengetahuan, sesuai dengan kondisi lingkungan karena tema yang di ambil berasal dari lingkungan sekitar siswa.

Selasa, 15 Desember 2009

PGSD

PGSD adalah pendidikan yang mencetak manusia untuk siap menjadi calon guru, terutama guru sekolah dasar. Menjadi guru sekolah dasar sangatlah sulit karena kita harus mendidik, membentuk kepribadian siswa, dan menanamkan nilai-nilai kepada siswa dengan gaya dan bahasa yang mudah di pahami oleh siswa. Walaupun terlihat mudah ketika di lihat. Ketika dalam pendidikan kita sebagai calon guru di beri berbagai macam aspek yang berguna ketika implementasi di saat selesai pendidikan. Misalnya tentang evaluasi hasil belajar, metodologi pembelajaran, perencanaan pembelajaran, pengembangan kurikulum, kajian kurikulum dan masih banyak lagi. Di harapkan dengan bekal semacam itu kita tidak hanya menjadi guru yang pasif namun aktif dalam berbagai kegiatan yang ada guna menambah wawasan kita sebagai guru. PGSD memberikan banyak peluang kepada kita calon guru untuk dapat memahami tentang peserta didik usia 6-12 tahun, dimana saat iti adalah masa-masa penting dalam pertumbuhan anak. Karena ketika pendidikan kita di beri kesempatan untuk melakukan observasi baik observasi pelaksanaan pembelajaran maupun observasi administrasi kelas. Dengan melakukan observasi kita dapat mengamati kondisi nyata di lapangan. Jadi tidak sekedar teori saja. Banyak hal terjadi disana dengan berbagai tingkat perkembangan anak.